Liputan6.com, Jakarta Doa Bapa Kami Katolik tentunya sudah dipahami oleh setiap umat Katolik. Pasalnya, doa Bapa Kami ini merupakan salah satu doa utama bagi umat Katolik, di samping doa lainnya seperti doa Salam Maria dan Doa Kemuliaan. Doa Bapa Kami Katolik sedikit berbeda dengan versi Protestan.Namun, kedua doa ini tetap memiliki makna yang sama. Makna dari Doa Bapa Kami ini yaitu untuk
Dalam Injil Matius, Yesus menyebut Doa Bapa Kami sebagai doa untuk majelis atau jemaat. Hal ini ditunjukkan oleh kalimat setelah kutipan ayat [Karena Engkau adalah kerajaan dan kekuasaan dan kemuliaan untuk semua waktu dan kekekalan].
Kalimat-kalimat dalam Doa Bapa Kami yang tampaknya sederhana ternyata memuat kandungan makna yang mendalam. Gereja Katolik sudah menjelaskannya di dalam Katekismusnya; Rama Bayu menyajikannya
Namun, tahukah kamu makna di balik setiap ucapan janji pernikahan ini? 1. Saya mengambil engkau sebagai istri atau suami. Janji pernikahan dalam agama Katolik dimulai dengan, "Saya mengambil engkau (menyebutkan nama) sebagai istri atau suami." Kalimat ini menunjukkan bahwa pasangan suami dan istri ini sudah memilih pasangan mereka masing-masing.
Tanpa kita sadari, kita kehilangan arti sebenarnya dari Doa Bapa Kami ini. Mari menelaah arti doa ini kalimat per kalimat. Bapa kami yang di sorga. Ucapan ini menunjuk Bapa Surgawi yang merupakan sang pencipta kita. Kata 'kami' diartikan sebagai aku dan kamu: kita sebagai saudara DAN SAUDARI dalam Kristus. Dikuduskanlah nama-Mu
Makna Doa Bapa Kami. Secara isi dari Doa Bapa Kami memang sangatlah sederhana. Namun, isi dari Doa Bapa Kami justru memiliki makna yang sangat mendalam. Pada bait pertama, "Bapa kami yang telah tersedia di surga", kalimat ini menunjukkan bagaimana cara umat Kristiani memanggil Tuhan mereka yakni Yesus Kristus dengan sebupan Bapa. Sapaan ini
Sebagaimana bunyi Filipi 4:13, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.". Seperti isi Pengkhotbah 7:1, "Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal dan hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran.". Oleh sebab itu, mari hadapi kehilangan ini dengan senyuman.
Terjemahan terbarunya menjadi "Jangan biarkan kami jatuh ke dalam pencobaan." Perubahan tersebut bahkan disetujui oleh pemimpin utama Gereja Katolik, Paus Fransiskus.. Fransiskus menerima terjemahan baru dari rumusan Doa Bapa Kami tersebut.. Bahkan pada 2017 silam, Fransiskus sudah pernah menegaskan bahwa kalimat itu sepatutnya diubah dan diterjemahkan secara lain.
Sejarah doa Aku Percaya bermula saat peristiwa Yesus wafat, bangkit, dan naik ke Surga. Kala itu Yesus tidak meninggalkan satu dokument apapun mengenai syahadat yang dijadikan pegangan para rasul. Namun, Yesus tidak membiarkan para rasul bingung, Ia pun mengutus Roh Kudusnya (Kis 2:1-13 untuk mengajarkan segala sesuatu kepada para rasul dan mengingatkan mereka semua apa yang telah Yesus
Pembicara pengertian liturgi bertugas untuk menghidupkan kata-kata dalam Alkitab agar relevan bagi jemaat masa kini sehingga jemaat dapat merasa disapa oleh Tuhan. Setelah mendengarkan firman, jemaat diajak untuk merespon dalam cara berdoa yang benar, baik doa syafaat maupun makna Doa Bapa Kami, dan ada juga yang dengan mengucapkan Pengakuan Iman.
R5Ht.